<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE rss [<!ENTITY % HTMLlat1 PUBLIC "-//W3C//ENTITIES Latin 1 for XHTML//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml-lat1.ent">]>
<rss version="2.0" xml:base="http://debritto.net">
<channel>
 <title>th.sigit&#039;s blog</title>
 <link>http://debritto.net/blog/th_sigit</link>
 <description></description>
 <language>id</language>
<item>
 <title>Men&#039;s Lib, Women&#039;s Lib</title>
 <link>http://debritto.net/isi/mens_lib_womens_lib</link>
 <description>&lt;p&gt;Pria memandangi Dara yang baru keluar dari kamar mandi. “Cepatlah mandi, nanti terlambat!” kata Dara. Handuk terlilit menutupi dada hingga lutut. Kepala dimiringkan, kedua tangan mengibas rambut basah dengan sehelai handuk kecil. “Air panas macet, seharusnya kita tukar kamar yang lain kemarin.” &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pria meraih handuk lain dan masuk ke kamar mandi. Tercenung sebentar menatap wajah di cermin. “Belum nampak tua,” pikirnya. Sejenak ia teringat orang-orang sebaya yang mulai terlihat kerut-kerut matanya. Air dingin mengucur deras. Ia tengadah. Air mengucuri seluruh wajah. Jauh lebih segar sekarang.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Tue, 28 Aug 2007 12:34:47 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>GILA</title>
 <link>http://debritto.net/isi/gila</link>
 <description>&lt;p&gt;Sejak lama aku ingin jadi gila, namun aku tak tahu caranya. Tentu orang tak bisa menjadi gila hanya semata-mata karena ingin menjadi gila. Sebagaimana halnya orang tak bisa menjadi bijak hanya karena ingin menjadi bijak, atau menjadi pintar hanya karena ingin menjadi pintar. Namun orang bisa saja belajar demi menjadi bijak atau pintar, dan sementara aku masih belum tahu bagaimana caranya untuk menjadi gila. Bisa saja orang jadi gila karena mempelajari kesaktian, atau frustrasi mengejar cinta, atau mentok meraih prestasi, namun tak ada cara yang langsung dan pasti supaya jadi gila. Kegilaan bagai anugerah, bagai wahyu --hanya diturunkan kepada orang-orang tertentu saja.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Tue, 28 Aug 2007 12:33:04 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Kaya Vs. Miskin</title>
 <link>http://debritto.net/isi/kaya_vs_miskin</link>
 <description>&lt;p&gt;Marbun mengira hidupnya susah semata-mata karena tak punya uang, “Hidup orang miskin harus banyak peras keringat, sering-sering bingung cari hutangan, yang mau dihutangi belum tentu punya uang, yang punya uang belum tentu mau memberi hutang. Kalau belum mengembalikan, mau bertemu pun terasa malu, terpaksa kucing-kucingan. Mau bersedekah tidak bisa. Bayangkan kalau kita kaya, pilihan kita lebih banyak: mau hura-hura, beramal, bercita-cita memajukan masyarakat, itu hal gampang!”&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/cerpen">Cerpen</category>
 <pubDate>Tue, 28 Aug 2007 12:28:06 +0700</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>

