Dan Terpujilah Engkau Wahai Binatang Bertaring

Blog

Dan Terpujilah Engkau Wahai Binatang Bertaring

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang memberi batas hanya dengan mengucurkan air kencing. Karena kamu hanya memberi tanda pada wilayah, bukan mendiskreditkan binatang yang lain. Lihatlah, kami manusia, yang lebih suka menandai kaum dengan mencetak kartu-kartu, lalu membuangnya, atau memisahkannya dengan tembok tinggi atas nama keamanan, ketertiban, keadilan, dan keselamatan negara.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang hanya mengaum untuk memperingatkan. Karena kamu hanya memberi tanda pada daerah, bukan hendak merendahkan binatang yang lain. Lihatlah, kami manusia, yang lebih suka memperingatkan dengan pencekalan, somasi, atau kekerasan yang dilegitimasi lewat peraturan peraturan. Lihatlahlah, kami manusia, yang memberi sanksi sekaligus untuk merendahkan martabat diri sesama kami.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang hanya makan dari apa yang telah dikodratkan. Karena kamu hanya memberi tanda pada apa yang seharusnya, bukan hendak menakuti bahwa engkau bisa memakan segalanya. Lihatlah, kami manusia, yang lebih suka mengupah buruh buruh tidak selayaknya mengupah manusia agar keuntungan berlipat dan kami mampu membeli daging daripadanya. Lihatlah, kami manusia, yang menghalalkan meminum darah dari mereka yang berbeda suku, afiliasi politik, ideologi, atau juga agama. Lihatlah, kami manusia, yang membuktikan bahwa segalanya bisa kami makan ketika kekuasaan itu ada.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring yang hanya kawin saat musim dan menyusui sampai anakmu telah siap makan daging. Karena kamu hanya memberi tanda bahwa kehidupan harus diturunkan, dipelihara, dan akhirnya merdeka. Lihatlah, kami manusia, yang mengawini perempuan dibawah usia, lalu memproduksi janda janda. Lihatlah, kami bisa mematerikan kawin, atau membeli kelamin kelamin. Lihatlah, kami manusia, yang juga membuktikan kemanusiaan kami dengan tidak menyusui karena menjaga puting atau mengejar karir.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring, yang tidak berkitab dan moral tak perlu dikawal lewat hukum negara atau adat. Karena kamu telah cukup tahu bagaimana menghidupi kodrat. Maka demikianlah kami gemar membunuhmu, mengambil taringmu, memakai mantel dan karpet dari kulitmu, karena kami benar mengerti, dengan kepunahan, tak ada yang tahu bahwa kami lebih buruk daripadamu.

Dan terpujilah engkau wahai binatang bertaring.

Mencari Merah Putih di Gedebage

seorang pergi ke pasar loak gedebage
tempat kaos dijual lima ribu
dan jas tak sampai lima puluh ribu
tapi ia bukan mencari baju
bukan juga menjual celana
ia mencari merah putih
yang sudah dijual pemiliknya

seorang pergi ke pasar loak gedebage
tempat tumpukan kain yang tidak lagi baru
dan kumpulan kutang seharga seribu
tapi bukan triumph yang ia cari
bukan juga wacoal
ia mencari merah putih
yang dulu pernah berkibar

seorang pergi ke pasar loak gedebage
kesulitan mencari merah putih untuk dibawa pulang
sambil istirahat ia baca koran
dan menemukan
bukan di gedebage,
tapi di exxonmobil,
merah putih dijual

Dari Bangku di Bawah Anakku yang Bisu

tadi sore hujan turun
dan sepatu anakku basah

maka malam ini aku tak tidur
menyiapkan bara
pelan-pelan
memanggang alas kakinya

dulu sang guru mewajibkan membeli seragam
dengan penjahit yang sudah dipilih
dengan pola yang sudah tergaris
dengan badge dan lengan terbordir
berdalih agar kelak tak terlihat
jika kami ini fakir

pagi tadi anakku pergi,
bersepatu dengan jelaga hitam
memakai seragam kumal yang mulai kekuningan

mungkin sampai di kelas ia menyapa gurunya
atau mungkin ia hanya termenung saja
mencoba memahami

karena anakku sungguh mengerti
bahwa ia berseragam
bahwa ia bersepatu
tapi tak juga tampak sama dengan kawannya

memang, belum saatnya ia tahu