
R U W A T A N (Manuk Pulang Kandang - SMA de Britto, 27 Desember 2010)
oleh G. Sukadi
Romo, Bapak, Ibu, Saudara, para Sahabat dalam kasih Tuhan.
Konon, adalah seorang raseksi bernama Ra Nini atau Bethari Durga, yang madhanyangan di Pasetran Gandamayu atau Gandamayit. Raseksi ini sebenarnya seorang dewi amat cantik yang bernama Dewi Uma. Karena ulahnya bermain serong, dia terkena kutuk dan harus menjalani menjadi raseksi sampai tahun ke-12. Pada waktunya ia akan dibebaskan dari kutukannya oleh Bathara Guru yang manitis dalam diri Raden Shadewa atau Sadewa, saudara bungsu kelima dari Pandawa.
Sampailah saatnya, Bethari Durga dibebaskan dari kutukan yang disandangnya oleh Raden Sadewa. Disertai dengan mantra-mantra gaib, diterbarkanlah beras kuning, air suci, dan bunga-bunga oleh Raden Sadewa ke tubuh Bethari Durga. Maka, terjadilah pembebasan dari kutukan. Kembali Bathari Durga berubah wujud kembali menjadi Dewi Uma yang cantik jelita. Besar terima kasih Dewi Uma kepada Raden Sadewa, dan disebutnya Sudamala, yang berarti telah menghapus akibat dosa; yang telah mengubah wujud raseksinya kembali ke wujud aslinya. Begitulah, cerita Kidung Sudamala yang mendasari upacara ruwatan. Upacara pembebasan dari kutuk akibat dosa. Dalam perkembangan lanjut, ruwatan dikaitkan dengan kondisi orang yang salah kedaden, sukerto, dan disorientasi dalam masyarakat dan lingkungan.
Romo, Bapak, Ibu, Saudara, Sahabat yang saya hormati.
Ibarat dalam pewayangan, SMA de Britto seperti Kawah Candradimuka yang telah menggodog sepenggal hidup kita, ada yang selama 3 tahun ada pula yang lebih. Selama penggodogan itu aneka perilaku, aneka pengetahuan, aneka nilai-nilai luhur, aneka kebijaksanaan, dan filsafat hidup yang diperkenalkan kepada kita. Karena rambut boleh sama hitam , tapi isi kepala berbeda-beda, maka produk alumni yang dihasilkan tidak persis sama satu dengan yang lain dan berbeda-beda pula jalan hidupnya.
Saya pribadi memperoleh atau “nyecep” empat nilai hakiki yang kiranya telah memberi kita satu warna dasar dan mengikat kita dalam satu tali persaudaraan. Empat nilai tersebut adalah :
1) Kita masing-masing bebas dan unik di hadapan Tuhan.
2) Tuhan mencintai kita apa adanya, sehingga selayaknya kita mencintai sesama sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri.
3) Dunia diciptakan Allah baik adanya, maka tugas kita ikut memelihara dan menyempurnakannya.
4) Kita hidup sebesar-besarnya demi kemuliaan Tuhan. Kata-kata kunci seperti : “pendidikan bebas”, “man for others”, “option for the poor”, “AMDG” dsb merupakan slogan-slogan bagus, namun kalau tidak dipahami betul-betul sari patinya bisa kita maknai secara dangkal. “Rambut gondrong”, “sandal jepit”, “omong jorok”, dll. hanyalah pernik-pernik yang menghias masa remaja kita, namun kalau tidak dipahami makna di balik perilaku itu, bisa menjadikan kita dilihat aneh di tengah masyarakat yang beradab.
Romo, Bapak, Ibu, Saudara, para Sahabat yang berbahagia.
Panitia Manuk Pulang Kandang (MPK) 2010 menentukan temanya adalah “ruwatan”. Mengapa ruwatan? Menurut mereka , bahwa di tengah negeri amburadul ini ( Ada Lapindo, ada Gayus Tambunan; ada mafia pajak, ada pejabat merampok uang rakyat; ada aneka bencana , ada macam-macam kekerasan; dsb.) selain banyak hal-hal yang membanggakan telah dicapai oleh de Britto , namun ada pula hal-hal yang dirasa “tidak beres”. Entah apa dan di mana persis ketidakberesannya, sulit didiagnosis secara tepat. Akan tetapi, fenomena yang memberi signal ketidakberesan ini jelas ada. Entah pada tataran alumni, sekolah, guru-guru dan karyawan, siswa, yayasan, atau dapat saja pada tataran yang lebih tinggi.
Oleh para senior yang peduli pada SMA de Britto, ide ruwatan ini dinilai positif. Suatu niat dan prakarsa yang mencerminkan adanya “nurani yang bening” dan “sikap rendah hati” di bumi de Britto. Suatu kesediaan untuk melihat dan mengakui adanya ketidakberesan dan adanya niat membersihkan diri, agar jalan yang ditempuhnya tetap pada rel yang dicita-citakan. Oleh sementara senior, prakarsa ini ditangkap sebagai gerakan Roh. Karena itu, dukungan mengalir dari mereka.
Bagi teman-teman kadang manuks yang kenthal kejawennya, yang akrab dengan upacara ruwatan, dirasa memang perlu kita adakan ruwatan ini. Sari pati upacara ini adalah membebaskan kita dari akibat dosa yang telah kita lakukan. Mohon rahmat agar selanjutnya dapat menjalani hidup dengan kokoh dalam cita-cita, kembali ke nilai-nilai luhur yang kita imani.
Romo, Bapak, Ibu, Saudara, para Sahabat yang dikasihi Tuhan.
Tadi kita telah dibebaskan lewat Misa Kudus. Tuhan sendiri telah berkenan menyelamatkan kita dari dosa dan akibatnya lewat Putranya Yesus Kristus. Ekaristi telah mempersatukan kita dengan Tuhan. Maka, upacara ruwatan ini tidak wajib diikuti. Namun , saya mengajak seluruh kadang manuks bersedia dengan rendah hati dan tulus , menyatukan niat, menghadap Tuhan, untuk mensyukuri segala rahmat yang telah kita terima dan mohon dibebaskan dari akibat dosa, serta mohon rahmat untuk masa depan de Britto yang lebih jaya, yang ibarat lilin meskipun kecil dapat ikut menerangi kegelapan di negeri ini.
Lalu, siapa sebetulnya yang perlu diruwat? Kita semua yang merasa tidak bersih! SMA de Britto! Siapa yang meruwat? Dalam pewayangan Raden Sedewa merasa tak mampu meruwat. Kita sendiri pun tak mampu meruwat. Kalau Betara Guru manjing dalam diri Raden Sadewa, kita berharap Roh Kudus berkenan “manjing” pada para peraga peruwat.
Hanya kebetulan saya alumnus siswa de Britto, saya mantan guru de Britto, dan saya cukup lama menjadi anggota pengurus Yayasan De Britto. Saya sadar bahwa saya ikut andil atas, dan diwarnai oleh, baik-buruknya de Britto. Kalau de Britto putih, sekecil apa pun bisa jadi karena ulah saya sekaligus saya terkena putihnya; kalau de Britto hitam, bisa jadi sekecil apa pun karena ulah saya sekaligus saya terkena hitamnya; dan kalau de Britto belang-bonteng , bisa jadi sekecil apa pun karena ulah saya sekaligus saya juga terkena belang-bontengnya. Oleh sebab itu, saya ingin ikut diruwat. Bagi kadang manuks yang berminat bergabung , dapat minta tanda kepada panitia...tanda ketidakberesan yang nanti akan dilepas sebagai lambang pembebasan.
Semoga Tuhan memberkati niat baik kita semua!
VIVA DE BRITTO!



