Takjub

Opini


Lurs,
yang lali arti kata tersebut silahkan bertanya kepada Pak Hassan Shadily atau Mbah Google. Kalau di entry Daftar Kata Pokok Indonesia-Inggris dalam Kamus Populer Inggris-Indonesia tulisan Rayner Hardjono, takjub dalam bahasa Inggris adalah amazed.
Kemarin, saya nyambangi kantor Kelompok Kompas Gramedia di Palmerah Selatan untuk mengambil paket kiriman dari Tegal. Paket berupa poci set tanah dan teh poci nya. Sebenarnya paket ini di kelola oleh AWE Subarkah, tapi berhubung AWE nglembur di rumah, saya diarahkan kepada Tri Agung (TRA). Waktu lapor resepsionis, mbak berjilbab ini tanya: Bapak .... Bardhono, jawabku. O, sudah ditunggu. TRA keluar, belum pernah ketemu kok profilnya saya hapal ya. O jebul kakangne Eddy Singo. Mas, nuwun sewu aku agek rapat je, mangga pakete arep ngasta pira. Wis ra papa, rapat-a, kowe ora penting sing penting pakete. :-))
Bertemu dengan manuk yang belum pernah kenal selalu membuat saya takjub. Tetapi yang memicu ketakjuban saya adalah perihal paket poci tanah ini. Di dalam grup De Britto BBM, isinya perkara yang saru-saru. Kalau bukan makanan (saru to?), ya gambar orang tak berpakaian (saru
tenan). Salah satu anggota grup BBM yang dulu ikut milis, notaris saru dari Tegal Kota Birahi, sering kirim link 'saru'. Tetapi selalu ngapusi. Karena ngapusi adalah dosa, terakhir oleh teman-teman dia dihukum untuk mengirimi teh poci. Jelas hanya candaan. Tak dinyana, ternyata dia benar-benar mengirim teh poci berikut poci tanahnya. Tidak cuma satu, likuran, untuk para manuk yang mau. Saya membayangkan Danang pasti melakukannya dengan cengengesan. Yang saya ceritakan semua ini yang membuat saya takjub, amazed. Teman-teman melakukan sesuatu yang penting atau tidak penting, untuk semangkin guyubnya. Dengan ringan. Lihat Poci .
Seperti juga ketika saya mengundang teman-teman untuk bergabung berdoa rosario diaspora mendukung almarhumah nyonya Triadi Kaswanto. Dalam sekejap saya over quota. Ternyata di balik otak jorok tampang mesum ini tersaji relijiusitas sepi ing pamrih rame ing kekancan, masih berani mengandalkan doa juga.
Sebenarnya tidak sekali dua kali saya tertakjubkan oleh suasana paguyuban di antara para kadang manuk. Bahkan anak-anak saya biasa takjub (takjub kok biasa) kalau jalan dengan bapaknya: itu teman-teman Bapak dimana? Di Bandar Lampung, Anyer, Bandung, Cirebon, Tegal,
Salatiga, Danan.
Anda pasti punya versi sendiri lah.
Maka saya tak pernah merasa paguyuban ini terancam oleh udur-uduran, padu-paduan, ancam-ancaman. Halah, prek. Kaya ora apal wae.

A. Bardhono JB'71