<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE rss [<!ENTITY % HTMLlat1 PUBLIC "-//W3C//ENTITIES Latin 1 for XHTML//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml-lat1.ent">]>
<rss version="2.0" xml:base="http://debritto.net">
<channel>
 <title>debritto.net - Budaya</title>
 <link>http://debritto.net/taxonomy/term/2/0</link>
 <description></description>
 <language>id</language>
<item>
 <title>Desember</title>
 <link>http://debritto.net/isi/desember</link>
 <description>&lt;p&gt;Satu kali lagi Desember, satu kali lagi nuansa sepi menelikung, dan satu kali lagi kerinduan yang sama menyeruak, kerinduan yang sama dengan tahun-tahun yang sudah terlewati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gereja itu kecil dan tua, tua sekali, bahkan lebih tua dari orang paling tua di sana. Kecil dan semakin mengecil, karena hutang dan sengketa tanah. Kecil dan tenang, dengan menara lonceng yang tidak terlalu tinggi, kecil, lebih kecil daripada gereja terkecil di kota besar.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Fri, 05 Aug 2011 09:52:47 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Apa?</title>
 <link>http://debritto.net/isi/apa</link>
 <description>&lt;p&gt;Dan ketika Tuhan telah berkehendak, maka terjadilah. Hanya, dua puluh tiga tahun bukanlah waktu yang cukup lama untuk menyadari apapun, karena memang begitulah adanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Satu hal teramat diingini telah didapat, tapi sejak kapan dunia menjadi begitu murah hati dengan memberikan semua yang diingini? tidak…tidak akan pernah semua.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Satu hal, dan tidak hal lain, karena memang begitulah adanya. Hanya, sekarang, apa yang benar-benar dicari? Keyakinan bahwa hal itu yang dicari adalah benar dan baik, tidak lantas menjadikan hal itu benar dan baik. Paradoksal, memang begitulah adanya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Fri, 05 Aug 2011 09:50:49 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Perjalanan ke Baduy 18 – 20 Juli 2009</title>
 <link>http://debritto.net/isi/perjalanan_ke_baduy_18_20_juli_2009</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;img width=159 height=120 class=&quot;l mr&quot; src=&quot;/files/Baduy.jpg&quot;/&gt;&lt;br /&gt;
Hari itu sehari setelah para pengecut meledakkan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton.  Di pelataran parkir motor Sarinah Thamrin, jarum jam sudah menunjukkan waktu 7:30, saat kami harus berangkat.  Masih ada seorang peserta, dari ke 11 orang keseluruhan, yang baru muncul setelah 10 menit kemudian.  Para pemandu sebetulnya ingin membatalkan perjalanan kali ini karena kurangnya peserta, namun dengan semangat bahwa acara ini adalah ‘temu darat’ dari kelompok cyber yang sesama mencintai perjalanan petualangan, maka rencana ke Baduy tetap dilanjutkan.  Setelah berdoa bersama, dan melakukan ‘toss’, kamipun masuk ke mobil Elf biru, yang harus mengorbankan satu deret tempat duduk paling depan untuk tumpukan ransel dan berbagai peralatan seperti sleeping bags dan makanan.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <enclosure url="http://debritto.net/files/Baduy.jpg" length="9759" type="image/jpeg" />
 <pubDate>Sat, 01 Aug 2009 19:08:52 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>JELITA BERAMBUT EKOR KUDA</title>
 <link>http://debritto.net/isi/jelita_berambut_ekor_kuda</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Oleh: Yo. Prihardianto&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oye rupa, oke suara. Tak heran jika jagad menyukainya.&lt;br /&gt;
Dan seperti layaknya selebriti, perjalanan hidupnya&lt;br /&gt;
dipenuhi kabar-kabari, kabar skandal, sas-sus dsb.&lt;br /&gt;
Siapakah gerangan dia?&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Sat, 03 May 2008 10:43:05 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Polisi Tidur..., Potret Jaman Edan</title>
 <link>http://debritto.net/isi/polisi_tidur_potret_jaman_edan</link>
 <description>&lt;p&gt;Oleh: Prihardianto&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Soal Polisi Tidur, semua kita juga tahu. Itu lho, aral yang melintang-lintang di jalanan kelas kambing. Olehnya kita, para pengendara kendaraan, dihardik seolah kita ini pengendara yang tidak tahu diri, ngebut di jalan kampung seenak udel sendiri. Olehnya kita dipaksa untuk melambatkan laju kendaraan. “Nah, begitu! Ini jalan milik publik, banyak orang lalu lalang dan banyak anak-anak bermain”. Begitu kira-kira pesannya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Tue, 18 Mar 2008 03:55:17 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Megatruh Kambuh - W.S. Rendra</title>
 <link>http://debritto.net/isi/megatruh_kambuh_w_s_rendra</link>
 <description>&lt;p&gt;Pada tanggal 4 Maret 2008, W.S. Rendra memperoleh anugerah gelar Doktor Honoris Causa dalam Bidang Kebudayaan dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tulisan berikut ini adalah teks pidato yang dibacakan oleh Rendra pada acara penerimaan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa tersebut.&lt;br /&gt;
------------------------------------------------&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Megatruh Kambuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Renungan Seorang Penyair dalam Menanggapi Kalabendu&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Thu, 06 Mar 2008 15:59:30 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Main Trumpet Asyik-asyik Aja</title>
 <link>http://debritto.net/isi/main_trumpet_asyik_asyik_aja</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;r ml t&quot; src=&quot;files/200px-Trumpet.jpg&quot; title=&quot;Trumpet&quot; alt=&quot;trumpet&quot; /&gt;Oleh: Yo. Prihardianto JB/III A2/76&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Meski suaranya apik, merdu dan mendayu, meniup trumpet sepertinya perlu ngotot, perlu ngeden, membuat kita ciut nyali, enggan untuk mencoba, khawatir turun berok. Padahal kalau kita  tahu siapa dia dan paham cara meniupnya, bermain slompret ternyata mengasyikkan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <enclosure url="http://debritto.net/files/200px-Trumpet.jpg" length="3261" type="image/jpeg" />
 <pubDate>Mon, 24 Sep 2007 17:12:57 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Pelangi dari Perut Bumi</title>
 <link>http://debritto.net/isi/pelangi_dari_perut_bumi</link>
 <description>&lt;p&gt;Oleh: Prihardianto&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Permata, siapa yang tak suka. Kilat maupun warnanya, wow… cantik nian. Seandainya bumi ini transparan tentu kita akan dapat menyaksikan merah, biru, hijau atau kuningnya batu-batu mulia itu di tempat asalnya nun jauh di kedalaman sana. Sayang keadaan tidaklah demikian. Perut bumi yang padat dan gelap telah menyembunyikan pesonanya selama jutaan masa. Oleh karenanya kita menjadi takjub tak terkira ketika batu warna-warni bak pelangi itu muncul ke permukaan. Di bawah cahaya sinar matahari, mereka seakan berlomba memamerkan keindahannya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Mon, 07 May 2007 09:36:56 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Ngesax…, Amboi  Rasanya !</title>
 <link>http://debritto.net/isi/ngesax_amboi_rasanya</link>
 <description>&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Ngesax, nyaxophone atau main saxophone, katanya sih mengasyikkan. Itu pancen ho’o! Lha wong baru  dengar suaranya saja kita sudah senang, apalagi kalau  bisa memainkan…, wow! Dan bagi yang keranjingan, seminggu tidak ngesax, rasanya setengah mati, persis orang ketagihan extasi.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;h3&gt;AWAL CERITA&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Penginnya sih sejak kelas 6 SD, tapi baru terwujud setelah 20 tahun kemudian. Gile!... Senengnya pol. Degdegan hati ini ketika pertama kali melihatnya. Saxophone itu melingkar di dalam kopor persis seperti ular Anaconda. Tak jemu mata ini memandang. Makin dipandang dia makin mempesona. Pucuknya melengkung, kemudian melurus dan lalu melengkung lagi. Bonggolnya melebar seperti bunga sedang mekar. Batangnya dipenuhi pilar serta lubang. Ada semacam sulur yang menjulur julur. Dirongganya ada bekas sarang laba-laba,  pertanda benda itu lama tak diurus. Kacian…. Saxophone Tenor second hand itu ternyata masih berfungsi dan masih bisa bernyanyi. &lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Fri, 22 Dec 2006 06:38:56 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Kisah Seruling yang Digemari Wanita</title>
 <link>http://debritto.net/isi/kisah_seruling_yang_digemari_wanita</link>
 <description>&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Suaranya jernih menghanyutkan. Membawa kita ke suasana dan tempat yang damai  dan tenang. Hmmm…uenak tenaaan. Seruling, suling atau flute memang selalu enak. Enak didengar, enak dimainkan. Apa yang membuatnya jadi begitu istimewa?&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Suara tiupan seruling bak buluh perindu. Mengalun merdu ketika mengiringi  Sundari Sukoco menyanyi lagu keroncong. Sundari memang oke, tapi musik keroncong  tanpa suara flute…, no way, bagai rendang tanpa rasa cabe. Bukan hanya keroncong. Ia juga eksis dalam musik klasik, pop maupun jazz.  Berkat alunan suaranya, musik-musik itu melahirkan nuansa romantis, lembut, hangat,  berbunga-bunga. Indah. &lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Thu, 21 Dec 2006 17:12:41 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>&quot;Mitoni&quot;, Satu Peristiwa Seribu Makna</title>
 <link>http://debritto.net/isi/mitoni_satu_peristiwa_seribu_makna</link>
 <description>&lt;p&gt;Mitoni berbeda dengan ngidoni. Yang satu peristiwa gembira menyambut akan lahirnya seorang  anak manusia, yang lain peludahan serta penghinaan terhadap sesama manusia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Upacara MITONI atau selamatan yang menandai tujuh bulan usia kehamilan itu begitu indah menarik dan mengandung seribu  makna. Peristiwanya selalu berbunga-bunga sekaligus mendebarkan,  karena tidak lama lagi, sepasang temanten akan segera menjadi nyokap dan bokap, sepasang papa mama akan segera menjadi kakek nenek. Mbah kakung putri akan segera menjadi eyang buyut dan seterusnya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Sun, 10 Sep 2006 03:57:09 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>“Grenadilla, Si Hitam Bersuara Merdu”</title>
 <link>http://debritto.net/isi/grenadilla_si_hitam_bersuara_merdu</link>
 <description>&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Di balik suara merdu klarinet dan oboe ternyata tersimpan hampir seabad jeritan pohon grenadilla yang terpanggang di teriknya benua Afrika. Pohon yang dikenal dengan nama kayu hitam afrika itu kini terancam punah.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Enak betul, malam Minggu nonton acara orkestra, di TV, gratis. Serombongan pemusik terlihat ramai-ramai memainkan beragam peralatan musik. Ada yang ditiup, dipukul, dipetik atau digesek. Mereka semua serius menyimak partitur sambil sesekali matanya melirik sang konduktor yang bersemangat memberi aba-aba. Kedua tangan konduktor mengepak-ngepak seakan ingin terbang bersama nada yang berhamburan keluar dari instrumen musik yang dimainkan anggotanya.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <enclosure url="http://debritto.net/files/grenadilla1.jpg" length="17713" type="image/jpeg" />
 <pubDate>Wed, 07 Jun 2006 18:44:31 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Kisah tentang Hak Cipta dan Dilemanya</title>
 <link>http://debritto.net/isi/kisah_tentang_hak_cipta_dan_dilemanya</link>
 <description>&lt;p&gt;Tulisan ini bukan mengada-ada, melainkan bercerita tentang persoalan yang diselesaikan secara mengambang. Mengapa dikatakan begitu? Sebabnya adalah keterlanjuran dalam cara pandang nilai-nilai dan etika pada suatu komunitas masyarakat tertentu. Wah, serius? Bagaimana sih ceritanya? Baiklah, cerita akan segera dimulai.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;/p&gt;
&lt;h3&gt;Awal mulanya&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Pada tahun 1990, ada sekelompok manusia muda berkumpul dan menggagas bersama. Yang digagas adalah upaya mengolah kekayaan ragam budaya yang terdapat di negeri ini - terutama ragam motif/corak kedaerahan - untuk diangkat menjadi tema suatu produk yang dapat dipergunakan sehari-hari. Lalu, media apakah yang dipilih? Disepakati bersama bahwa media yang dipilih adalah t-shirt, atau kaos oblong dalam bahasa kita.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <pubDate>Fri, 21 Apr 2006 16:05:52 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>YUK, MAIN SAXOPHONE!</title>
 <link>http://debritto.net/isi/yuk_main_saxophone</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;img width=&quot;120&quot; height=&quot;160&quot; class=&quot;l mr border&quot; src=&quot;files/Baritonesax.jpg&quot; title=&quot;Baritone Sax&quot; alt=&quot;Baritone Sax&quot; /&gt;   &lt;/p&gt;
&lt;h3&gt;Oleh: Y. Prihardianto&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Prihardianto adalah alumnus JB 76/77, putra dari almarhum Bapak Suharno, guru Bahasa Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;quote&gt;&lt;em&gt;Melihat sosoknya, sepertinya susah untuk dimainkan. Berat dan rumit, serta butuh napas yang panjang. Tapi kesan pertama sering menipu. Main saxophone ternyata mudah dan bisa dilakukan sambil cengar-cengir.&lt;/em&gt;&lt;/quote&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meski termasuk keluarga alat musik tiup kayu, tapi tidak pernah dijumpai saxophone yang terbuat dari kayu. Saxophone dibuat dari kuningan mengingat sifatnya yang mudah dibentuk. Ada banyak macam saxophone, ada yang lurus seperti yang ditiup Kenny G., ada pula yang melengkung kayak yang dimainkan Dave Koz atau almarhum Embong Rahardjo.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <enclosure url="http://debritto.net/files/Baritonesax.jpg" length="16760" type="image/jpeg" />
 <pubDate>Thu, 20 Apr 2006 08:44:06 +0700</pubDate>
</item>
<item>
 <title>Selamat Paskah</title>
 <link>http://debritto.net/isi/selamat_paskah</link>
 <description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Lurs,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img class=&quot;l mr&quot; width=&quot;136&quot; height=&quot;88&quot; title=&quot;Christ&quot; alt=&quot;Christ&quot; src=&quot;files/th-120.jpg&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Malam Paskah 2006 yang lalu di kapel paroki kami yang kapasitas hariannya hanya 400 orang, dijejali oleh l.k 1200 umat. Tentu saja tidak semua disesak-sesakkan di dalam kapel, tapi sebagian besar kami tempatkan di bawah tenda luar. Sejak sore hujan rintik2, lalu mulai jam 5-an hujan deras sekali, dan menjelang misa jam 7 hujan reda hingga berhenti sama sekali. Ingatan saya mencatat bahwa perayaan2 Natal, Kamis Putih, Malam Paskah, pernah hujan dan pernah tidak. Tapi setiap upacara Jumat Agung belum pernah hujan, hanya mendung dan pernah hujan setelah upacara selesai. Mungkin saja cuma koinsiden, kebetulan.&lt;/p&gt;
</description>
 <category domain="http://debritto.net/kategori/budaya">Budaya</category>
 <enclosure url="http://debritto.net/files/th-120.jpg" length="4359" type="image/jpeg" />
 <pubDate>Sun, 16 Apr 2006 17:28:08 +0700</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>

