
Lurs,
Satu-satunya alumnus yang kalau datang ke reuni selalu disambut dengan tepuk tangan panjang, adalah Pak Ignatius Satjaka Wahjasoedibja. Itu tentu karena teman-teman alumni melihat dan menyaksikan betapa tinggi rasa setia kawan beliau kepada yang lebih muda. Selama ini memang yang terindikasi sebagai alumnus tertua adalah beliau. Keaktifan beliau sudah lama sekali, jauh sebelum saya sregep di Paguyuban. Kehadiran beliau selalu tampak oleh yang lain. Selain karena memang yang paling sepuh, tetapi beliau selalu membawa oleh-oleh ayam pelung. Ayam pelung yang sudah jadi kluruknya, lalu dilelang dalam acara, uangnya diserahkan ke Paguyuban untuk dijadikan beasiswa. Jangan heran, dahulu juga sudah ada beasiswa dari Alumni, tetapi memang belum well organized seperti sekarang. Oleh teman-teman lalu dijuluki Pak Pelung.





