Gambar Kampus Kolese de Britto

Selamat datang di debritto.net

debritto.net adalah media komunikasi dan informasi Komunitas Alumni SMA Kolese De Britto.

Kampus SMA Kolese De Britto terletak di Jalan Laksda Adisucipto 161, Yogyakarta, Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang situs ini terdapat pada halaman tentang debritto.net

Ruwatan Kadang Manuk - Catatan G. Sukadi

Peristiwa

Ruwatan Kadang Manuk

R U W A T A N (Manuk Pulang Kandang - SMA de Britto, 27 Desember 2010)

oleh G. Sukadi

Romo, Bapak, Ibu, Saudara, para Sahabat dalam kasih Tuhan.

Konon, adalah seorang raseksi bernama Ra Nini atau Bethari Durga, yang madhanyangan di Pasetran Gandamayu atau Gandamayit. Raseksi ini sebenarnya seorang dewi amat cantik yang bernama Dewi Uma. Karena ulahnya bermain serong, dia terkena kutuk dan harus menjalani menjadi raseksi sampai tahun ke-12. Pada waktunya ia akan dibebaskan dari kutukannya oleh Bathara Guru yang manitis dalam diri Raden Shadewa atau Sadewa, saudara bungsu kelima dari Pandawa.

Sampailah saatnya, Bethari Durga dibebaskan dari kutukan yang disandangnya oleh Raden Sadewa. Disertai dengan mantra-mantra gaib, diterbarkanlah beras kuning, air suci, dan bunga-bunga oleh Raden Sadewa ke tubuh Bethari Durga. Maka, terjadilah pembebasan dari kutukan. Kembali Bathari Durga berubah wujud kembali menjadi Dewi Uma yang cantik jelita.

Takjub

Opini


Bertemu dengan manuk yang belum pernah kenal selalu membuat saya takjub. Tetapi yang memicu ketakjuban saya adalah perihal paket poci tanah ini. Di dalam grup De Britto BBM, isinya perkara yang saru-saru. Kalau bukan makanan (saru to?), ya gambar orang tak berpakaian (saru
tenan). Salah satu anggota grup BBM yang dulu ikut milis, notaris saru dari Tegal Kota Birahi, sering kirim link 'saru'. Tetapi selalu ngapusi. Karena ngapusi adalah dosa, terakhir oleh teman-teman dia dihukum untuk mengirimi teh poci. Jelas hanya candaan. Tak dinyana, ternyata dia benar-benar mengirim teh poci berikut poci tanahnya.

Manuk Pulang Kandang 2010: Ruwatan Kadang Manuk

Informasi

Untuk alumni (lulus/drop out), siswa (termasuk veteran), guru & karyawan dan pensiunan, beserta keluarga: Senin Wage, 27 Desember 2010 [21 Suro 1944 BE] 08.30 13.00 wib, diawali ekaristi secara Katolik dan ruwatan secara Kejawen di kandang kita, SMA Kolese de Britto, Ngayogyakarta Hadiningrat.

Bakal menyesal hingga liang kubur manuk yang tidak hadir di Manuk Pulang Kandang 2010 kali ini. Beda, nyamleng dan ngampleng!

Manuk Pulang Kandang Ke-X, 2010

Berita dan Pengumuman

Manuk Pulang KandangMengundang seluruh Kadang Manuk (Alumni SMA Kolese de Britto) untuk hadir pada acara Manuk Pulang Kandang ke-X (MPK X/2010) yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tgl: Senin, 27 Desember 2010.
Waktu : 08.30 WIB s/d selesai.
Tempat : Kampus SMA Kolese de Britto, Jl. Adisucipto 161 Yogyakarta.

Tema: Mengingatkan kembali nilai-nilai pendidikan de Britto sebagai inspirasi untuk menghadapi situasi kehidupan dewasa ini.

Judul MPK X/2010: Ruwatan Kadang Manuk

Posko Bantuan Merapi SMA Kolese de Britto

Berita dan Pengumuman

Posko Bantuan Merapi SMA Kolese de Britto yang dipusatkan di aula SMA Kolese de Britto saat ini menampung sekitar 200 orang, kebanyakan adalah warga desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Menurut Penanggung Jawab Posko SMA de Britto - Rm. Dwiko, jumlah tersebut diharap tidak bertambah lebih banyak lagi karena nanti malah menjadi kurang ideal, mengingat keterbatasan tempat, fasilitas MCK, dan lain sebagainya, terutama juga karena kegiatan belajar mengajar akan dimulai seperti biasa lagi per hari Senin tanggal 8 November 2010.

Dapur umum di Posko SMA Kolese de Britto telah berjalan dengan baik, konsepnya adalah menyediakan sarana dan prasarana memasak, kemudian kegiatan memasak akan dilakukan sendiri oleh kelompok ibu-ibu dari warga yang mengungsi. Tadi sore sudah tercium aroma sedap (pecel) lele dan tahu tempe goreng yang menerbitkan selera.

Peduli Merapi

Berita dan Pengumuman

Seperti kita ketahui, jumlah pengungsi dampak Gunung Merapi sudah mencapai ratusan ribu penduduk, dan sebagian besar adalah rakyat kecil yang tidak mampu sehingga harus menempati barak pengungsian yang tersebar di Magelang, Boyolali, Solo, dan Yogyakarta.

SMA Kolese de Britto telah membuka posko dan barak pengungsian dengan memanfaatkan aula dengan tenaga relawan adik-adik siswa, tentunya kita sebagai alumni juga tergerak untuk membantu mereka, salah satunya adalah dengan menyumbangkan dana, barang kebutuhan pengungsi, tenaga dan tentunya doa keselamatan bagi kita semua.

Diliburkan, Siswa SMA Bantu Pengungsi

Informasi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com Meski diliburkan akibat letusan Gunung Merapi, beberapa siswa SMA di Yogyakarta tidak lantas menghabiskan waktu untuk bermain-main. Banyak pelajar justru menggalang bantuan bagi para pengungsi.

Romo Bagus Dwiko SJ, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMA Kolese Johannes de Britto, bersama para siswa yang menjadi sukarelawan hari Jumat ini (5/11/2010) berusaha mendata lokasi-lokasi pengungsi yang belum mendapat bantuan dan mengirimkan bantuan bagi mereka.

Kemaksiatan Komunal

Opini

Baru-baru ini ada pembongkaran patung Tiga Mojang yang dianggap tidak senonoh karena menggambarkan perempuan berbaju seksi. Di salah satu postingan note temanku, dia mengatakan bahwa betapa kemaksiatan ada dalam pikiran yang kotor, dan patungpun dianggap bisa menimbulkan birahi. Sebuah sinyalemen bahwa martabat para lelaki pembongkar patung adalah amat sangat rendah, ketika birahi-pun bisa muncul hanya karena melihat sebuah patung.

Aku sepakat dengan pendapat temanku, bahwa kemaksiatan hanya ada dalam pikiran, bukan pada patung. Peristiwa pembongkaran patung Tiga Mojang merupakan sebuah perilaku yang menarik untuk dipahami lebih lanjut.

Mengenang Romo J. Oei Tik Djoen, S.J.

Informasi

Pendidikan Bebas di SMA Kolese De Britto Sebagai Sikap Dasar

Kalau SMA Kolese De Britto memberanikan diri memakai istilah pendidikan bebas, yang dimaksud bukanlah suatu pendidikan ke arah anarki: suatu sistem yang bebas dari peraturan yang perlu untuk kehidupan bermasyarakat. Bukan pula suatu sistem yang merestui segala penyelewengen dari nilai-nilai yang kami cita-citakan, melainkan terutama adalah suatu sikap dalam usaha kami, para pendidik bersama peserta didik, untuk bersama-sama mencari pengarahan dalam tindak-tanduk, berlandas pada pengakuan bahwa karunia manusia yang paling asasi dan luhur adalah kebebasannya yang harus diprioritaskan dalam proses pembentukan kepribadian.